May 21, 2012

Mengenal Macam-Macam Suplemen Besi Untuk Anak


Sesuai dengan rekomendasi IDAI , bayi cukup bulan sebaiknya mendapatkan suplementasi zat besi  sejak usia 4 bulan hingga 2 tahun. Hal ini disebabkan oleh tingginya prevalensi (angka kejadian) Anemia Defisiensi Besi (ADB) pada bayi dan balita, yaitu diatas 40 %.

IDAI menetapkan dosis dan lamanya pemberian suplemen besi sebagai berikut :

  • Untuk bayi berat badan lahir rendah (BBLR) atau kurang dari 2500 gram, diberikan dosis besi elemental 3 mg per kg berat badan perhari hingga maksimum 15 mg per hari, sejak usia 1 bulan hingga 2 tahun. 
  • Untuk bayi cukup bulan, diberikan dosis besi elemental 2 mg per kg berat badan per hari hingga maksimal 15 mg per hari, sejak usia 4 bulan hingga 2 tahun.
  • Untuk balita usia 2-5 tahun dan anak usia sekolah (> 5 – 12 tahun) diberikan dosis besi elemental 1 mg per kg berat badan per hari yang dibagi menjadi 2 bagian dosis yang sama dan diberikan 2 kali dalam seminggu.  Lama pemberian adalah 3 bulan berturut-turut dan diulang setiap tahun.
  • Untuk remaja laki-laki usia 12 – 18 tahun, diberikan dosis besi elemental 60 mg per hari yang dibagi menjadi 2 bagian dosis yang sama dan diberikan 2 kali dalam seminggu. Lama pemberian adalah 3 bulan berturut-turut dan diulang setiap tahun.
  • Untuk remaja perempuan usia 12 – 18 tahun, diberikan dosis besi elemental 60 mg per hari dan ditambahkan 400 mikrogram Asam Folat. Dosis tersebut dibagi menjadi 2 bagian dosis yang sama dan diberikan 2 kali dalam seminggu. Lama pemberian adalah 3 bulan berturut-turut dan diulang setiap tahun.


Apa itu besi elemental?

Zat besi yang biasa dipakai dalam formulasi suplemen dan obat ternyata terdapat dalam banyak bentuk garamnya. Pemilihan bentuk garam tersebut sangat tergantung dari bentuk sediaan yang akan dibuat, apakah berupa sediaan padat atau cair, diberikan per oral (lewat mulut) atau parenteral (lewat injeksi). Masing-masing bentuk garam zat besi memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri-sendiri, biasanya berhubungan dengan tingkat absorpsi zat besinya dan efek samping yang ditimbulkan.
Selain bentuk garamnya, faktor yang juga penting dalam memilih suplemen zat besi adalah kandungan besi elementalnya. Besi elemental adalah jumlah zat besi dalam bentuk garamnya yang akan tersedia dalam darah untuk diserap. Persentase besi elemental dalam setiap bentuk garam zat besi berbeda-beda. Misalnya bentuk garam Ferrous sulphate yang banyak dipakai dalam suplemen berbentuk tablet, ternyata hanya menyediakan besi elemental sebesar 20 % dari bentuk garamnya. Ferrous fumarate memiliki persentase besi elemental lebih tinggi dari Ferrous sulphate, yaitu 33 %. Semakin tinggi persentase besi elemental yang dimiliki suatu bentuk garam zat besi semakin baik karena itu berarti jumlah mg bentuk garam yang dipakai semakin sedikit. Saat ini memang belum tersedia bentuk garam zat besi yang menyediakan persentase besi elementalnya hingga 100 %.

Pemberian dosis suplemen zat besi juga diperhitungkan berdasarkan kandungan besi elementalnya, bukan berdasarkan bentuk garamnya. Sehingga untuk mencapai dosis terapinya, yang dihitung adalah kadar besi elemental yang terkandung dalam suplemen.

Sebagai contoh, salah satu suplemen zat besi yang ada di pasaran, yaitu SANGOBION DROPS menggunakan zat besi dalam bentuk Iron Polymaltose Complex (IPC). Dalam tiap mililiter (ml) Sangobion Drops mengandung 23,53 mg IPC yang setara dengan 8 mg besi elemental (atau sekitar 34 % dari bentuk garamnya). Dosis yang disarankan untuk bayi 6 – 12 bulan adalah 1 ml (atau 8 mg besi elemental).


Saat ini telah banyak beredar di pasaran produk-produk suplemen besi untuk bayi dan anak. Yuk, kenali satu persatu ...

1.Hanya mengandung komponen Zat Besi
Suplemen ini hanya mengandung komposisi zat aktif berupa komponen zat besi saja.
Contoh suplemen ini adalah : FERRIZ Drops & Sirup (produsen Nicholas), MALTOFER Drops & Sirup (produsen Combiphar).

2.Mengandung komponen Zat Besi dan Asam Folat
Suplemen ini menambahkan Asam folat dalam komposisi produknya. Asam folat berperan dalam produksi sel darah merah dan mengoptimalkan masa emas pertumbuhan otak anak. Contoh suplemen ini adalah  SANGOBION Drop & Sirup (produsen Merck)

3. Zat besi  Plus Multivitamin dan Mineral 
Suplemen ini mengkombinasikan zat besi dengan multivitamin atau mineral lainnya. Contoh produk ini adalah FEROGLOBIN KID (produsen Vitabiotics), FEROKID (produsen Kalbe Farma), FERLIN (produsen Medifarma),  SANGOBION KIDS (produsen Merck).

Suplemen jenis ini tepat digunakan untuk kondisi dimana balita membutuhkan suplemen multivitamin mineral (misalkan sedang sakit) tanpa meninggalkan suplementasi zat besinya. Menggunakan 2 sediaan tetes yang berbeda (1 suplemen multivitamin mineral, 1 lagi suplemen besi) untuk  pemakaian yang bersamaan, terkadang merepotkan dalam aplikasi pemberiannya pada balita. Memberikan satu suplemen saja kadang diperlukan usaha ekstra ortu untu membujuk anak mau meminumnya, apalagi harus memberi 2 jenis suplemen. Hal ini bisa mempengaruhi tingkat kepatuhan penggunaan suplemen dan ketepatan dosis yang digunakan. Suplemen jenis ini dapat menjadi solusinya.

Tetapi, kekurangan suplemen jenis ini adalah penggunaannya yang terbatas. Tidak disarankan menggunakannya setiap hari dalam jangka waktu lama karena belum tentu anak membutuhkan asupan nutrisi lainnya selain zat besi yang memang direkomendasikan untuk digunakan tiap hari dalam jangka panjang.

0 komentar:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India