February 23, 2013

Sirup Antibiotik Harus Dihabiskan ?




Taukah Bunda? Antibiotik dalam bentuk sirup tidak selalu harus dihabiskan loh ...
Kok bisa ? Bukankah setiap penggunaan antibiotik harus dihabiskan ?

Betul, pernyataan tersebut memang tidak salah. Antibiotik, terutama dalam bentuk sediaan tablet maupun puyer, memang harus diminum sampai habis sesuai dengan jumlah obat yang diterima pada saat menebus resep. Hal ini untuk memastikan bakteri telah benar-benar mati sehingga memperkecil kemungkinan resistensi obat di kemudian hari.

Namun khusus untuk antibiotik sediaan sirup, ada alasan tertentu mengapa pernyataan 'minum antibiotik harus dihabiskan' tidaklah selalu tepat.

Penggunaan antibiotik dalam bentuk sirup sangat ditentukan oleh faktor-faktor berikut :

  1. Berat Badan (BB) anak. Pemberian antibiotik sirup pada anak harus berdasarkan perhitungan dosis yang disesuaikan dengan berat badan anak. Dosis yang tepat menentukan efektif atau tidaknya terapi antibiotik.
  2. Lama pemakaian. Selain dosis, berapa hari lamanya antibiotik harus diminum, juga merupakan faktor penentu keberhasilan eradikasi (pemusnahan) bakteri pada kasus infeksi. 
  3. Isi mililiter sirup. Penting untuk menentukan apakah sirup antibiotik perlu dihabiskan atau tidak.

Ketiga faktor inilah yang menentukan apakah sirup antibiotik perlu diminum sampai habis atau tidak.

Perhatikan ilustrasi berikut supaya pernyataan di atas lebih mudah dipahami.

Anak A usia 19 bulan, berat badan 12 kg
Oleh dokter diberikan antibiotik Cefixime dengan dosis 3 mg/kgBB untuk pemakaian selama 3 hari.

Perhitungan dosis :


Dosis lazim Cefixime pada anak < 30 kg adalah 1,5 - 3 mg / kgBB setiap kali minum, digunakan 2 kali sehari.

Cefixime yang dibutuhkan setiap kali minum = 3 x 12 = 36 mg.
Pemakaian sehari = 36 mg x 2 = 72 mg.
Pemakaian untuk 3 hari = 3 x 72 mg = 216 mg

Sirup Cefixime yang tersedia di pasaran mengandung 100 mg Cefixime dalam setiap 5 ml-nya (contohnya Cefspan Sirup, Sporetik, Cefila, dll)
Kebanyakan pabrik obat menyediakan sirup Cefixime dalam kemasan botol 30 ml.
Artinya, dalam botol 30 ml sirup Cefixime yang telah dilarutkan oleh apotek, mengandung 600 mg Cefixime.
Padahal Anak A hanya membutuhkan 216 mg Cefixime.

Apa jadinya jika Anak A meminum sampai habis seluruh isi botol sirup Cefixime 30 ml (yang mengandung 600 mg Cefixime) padahal ia hanya membutuhkan Cefixime sebanyak 216 mg ?

Yup. OVERTREATMENT !!!

Jadi, khusus penggunaan sirup antibiotik pada anak, PENTING untuk mengikuti aturan pakai yang tertera di etiket botol. Jika instruksinya adalah untuk pemakaian 3 hari, ya minum antibiotik selama 3 hari saja, jangan  dihabiskan meski ada sisa sirup.

Jika instruksinya untuk pemakaian 3 hari tapi sirup antibiotik malah dihabiskan, justru yang terjadi adalah over treatment seperti contoh ilustrasi di atas. Pastikan baca aturan pakai dengan benar.

Saat menebus obat antibiotik sirup, biasakan cek aturan pakai yang tertera di etiketnya sebelum meninggalkan apotek. Jika bingung apakah antibiotik sirup harus dihabiskan atau tidak, tanyakan pada Apoteker.


Sisa Sirup Boleh Disimpan ?

Tidak. Sisa sirup antibiotik tidak untuk disimpan loh, apalagi dipakai lagi untuk sakit yang akan datang. Mengapa? Karena antibiotik tidak stabil dalam cairan untuk jangka waktu lama.

Itu sebabnya obat antibiotik untuk anak banyak dibuat dalam bentuk sirup kering, yang baru dicampur air saat akan digunakan. Karenanya sirup antibiotik tidak boleh disimpan. Buang segera sisa antibiotik sirup begitu anak dinyatakan sembuh.


5 komentar:

judi Bola Online said...

waghhhhb ini dia nih yangpenting,,,, terkadang orang tua tidak memperhatikan hal yang seperti ini,,, thank's ya gan infonya gan

merriyea said...

wauh,bner bgt tuh,kalo ank2 ampe kelebihan antibiotik kasian fungsi ginjalnya..

apotek puskesmas sarang said...

ITU JUGA TERGANTUNG PADA DERAJAT PENYAKITNYA YA soalnya tidak semua antibiotik hanya diberikan utk 3 hari kadang bisa sp 7 hari. Tp menurut ku artikel diatas sangat baik utk semua masyarakat bahwasannya kasus resisten kuman thd obat skg ini makin meningkat diakibatkan ketdk tahuan masyarakat akan penggunaan antibiotik yg benar. jazzakalloh khoir..

Unknown said...

untung nemu artikel ini. aku sempat bingung gimana harus habisin antibiotik sirup utk anakku sedangkan dosis sekali minum sangat sedikit. kalau harus habis bisa sampe sebulan baru habis.
thx ya infonya... berguna banget.

tia said...

anak saya udh 1 bln kok pilek nya nya ga sembuh ya.. padahal udh ke dokter. harus di kasih obat apa lagi???

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India